SELAMAT DATANG DI LOMAN BERBAGI BLOG JANGAN LUPA BERI KOMENTAR TERIMA KASIH

Hidup bagaikan sebuah pohon

Loman berbagi,Hiduplah seperti pohon kayu yang lebat buahnya, hidup di tepi jalan dan ketika dilempari orang dengan batu, tetapi dibalas dengan buah.

Hal kecil dengan cinta

Loman berbagi,Dalam kehidupan ini kita tidak dapat selalu melakukan hal yang besar. Tetapi kita dapat melakukan banyak hal kecil dengan cinta yang besar.

Mengukur Kebijaksanaan

Loman berbagi,Jangan mengukur kebijaksanaan seseorang hanya kerana kepandaiannya berkata-kata tetapi juga perlu dinilai buah fikiran serta tingkah lakunya.

Lupa

Loman berbagi,Manusia tidak perlu dihukum karena lupa, tetapi manusia perlu dihukum kerana sengaja lupa.

percaya kepada kekuatan diri

Loman berbagi,Bangsa yang tidak percaya kepada kekuatan dirinya sebagai sesuatu bangsa, tidak dapat berdiri sebagai suatu bangsa merdeka.

Tampilkan postingan dengan label Sains. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Sains. Tampilkan semua postingan

Rabu, 04 Mei 2011

Bukti-Bukti Kehidupan Awal Bumi Ada di Bulan

VIVAnews - Mengetahui bagaimana kehidupan dimulai di planet Bumi adalah salah satu target utama ilmu pengetahuan. Sejumlah peneliti asal Inggris memiliki teori baru. Mereka yakin kunci untuk mengetahui misteri bentuk kehidupan awal di Bumi justru berada di bulan.

Peneliti menyebutkan, batu-batuan yang berasal dari planet Bumi terlempar ke bulan saat asteroid membombardir Bumi dan inner planet (planet paling dekat dengan Matahari) lainnya.

Sebagai informasi, sekitar 4 miliar tahun lalu, terjadi fenomena hujan meteor yang disebut sebagai Late Heavy Bombardment. Ketika itu, planet Merkurius, Venus, Bumi, dan Mars dihujani oleh ribuan asteroid dan meteorit yang menghantam permukaan planet.

Fenomena sangat mengerikan yang berlangsung selama 300 juta tahun itu memiliki efek beragam pada planet-planet yang ketika itu masih muda, salah satunya adalah pelontaran miliaran ton material dari permukaan planet ke luar angkasa.

Pada kasus Bumi, sebagian material itu kemungkinan berhasil tiba di Bulan. Hipotesis ini sangat masuk akal, mengingat di kutub selatan Bumi pernah dijumpai meteorit yang terbukti berasal dari planet Mars.

Untuk itu, sangatlah mungkin berasumsi bahwa planet-planet terdalam saling bertukar material saat Late Heavy Bombardment. Demikian pula dengan Bumi dan Bulan yang juga saling bertukaran material.

Menurut sejumlah pakar dari University of London Birkbeck College School of Earth Sciences, material milik Bumi itu telah mendarat di Bulan dengan mulus sehingga memungkinkan tanda-tanda biologis tetap tersimpan dengan baik.

Dikutip dari Softpedia, 5 Mei 2011, tim peneliti yang diketuai oleh Ian Crawford dan Emily Baldwin menyebutkan, tanda-tanda biologi itu justru tidak akan mampu bertahan di Bumi karena besarnya dampak tumbukan meteor, erosi akibat angin dan hujan, aktivitas volkanik, gempa bumi, dan penguasaan habitat oleh spesies makhluk hidup lain.

Dalam sejumlah simulasi komputer, tim peneliti menunjukkan sebongkah material yang terpental ke arah Bulan akibat tumbukan asteroid pada bumi akan mendarat di permukaan Bulan dengan kecepatan 2,5 kilometer per detik atau kurang. Dengan temperatur yang ada di Bulan, tidak ada bagian dari material itu yang mendekati tekanan puncak yang mengakibatkan material itu meleleh.

Sayangnya, teori baru ini belum bisa dibuktikan secara ilmiah sampai manusia kembali pergi ke Bulan, mengumpulkan sampel bebatuan dari sejumlah lokasi, dan membawa pulang ke Bumi untuk dianalisa secara mendalam. Namun, melakukan penelitian seperti itu akan memberikan kita pengetahuan yang luar biasa akan sejarah kehidupan di planet Bumi. (adi)

• VIVAnews

Minggu, 01 Mei 2011

Ditemukan, Virus untuk Optimalkan Sel Surya

VIVAnews - Peneliti asal Massachusetts Institute of Technology (MIT) berhasil menemukan cara untuk meningkatkan efisiensi proses konversi sinar matahari menjadi energi secara signifikan.

Caranya, mereka menggunakan virus untuk melakukan proses perakitan di tingkat mikroskopik. Adapun “pekerjaan” yang dilakukan virus itu antara lain adalah berinteraksi dengan karbon nanotube.

Tabung nano karbon, seperti diketahui sebalumnya, menawarkan potensi perbaikan teknologi, khususnya di bidang penyimpanan energi seperti sel bahan bakar dan thermocell.

Pada kasus panel surya, MIT menyebutkan, rongga silinder berukuran mikroskopik yang terdiri dari karbon murni ternyata apat meningkatkan efisiensi dari pengumpulan elektron dari permukaan sel surya. Namun demikian, peneliti menghadapi sejumlah tantangan saat berurusan dengan nanotube.

Masalah pertama, pembuatan nanotube karbon umumnya menghasilkan dua jenis nanotube. Sebagian bersifat seperti semikonduktor yang kadang memungkinkan listrik mengalir, dan kadang tidak. Ini merupakan tipe yang menguntungkan karena bisa meningkatkan performa sel surya.

Jenis kedua yang dihasilkan memiliki bersifat seperti logam yang berfungsi seperti kabel. Selalu memungkinkan listrik mengalir. Ini justru mengurangi performa produk panel surya yang dihasilkan.

Masalah kedua, nanotube juga cenderung mengumpul. Ini juga menurunkan tingkat efektivitasnya. Di sinilah virus berguna.

Peneliti MIT mendapati bahwa sebuah versi virus yang sudah dimodifikasi secara genetik, yang disebut M13 yang umumnya menginfeksi bakteria, bisa digunakan untuk mengontrol susunan nanotube pada permukaan, membuat tabung-tabung itu tetap terpisah sehingga tidak menimbulkan arus pendek serta menjaga tabung-tabung itu tetap berjauhan agar tidak saling menempel.

Menurut Angela Belcher, Professor of Energy dari MIT yang mengetuai penelitian, proses ini hanya menambahkan satu langkah sederhana pada proses pembuatan sel surya. “Proses ini juga tidak sulit untuk diadaptasi oleh fasilitas produksi yang ada saat ini,” ucap Belcher, seperti dikutip dari Earth Techling, 2 Mei 2011.

Belcher menyebutkan, sistem yang ditelitinya diuji dan menggunakan sel surya dari jenis yang disebut dengan sel surya peka warna (dye-sensitized). Namun, timnya yakin bahwa teknik ini juga bisa diaplikasikan pada sel surya tipe lain.

Dalam uji coba, mereka berhasil meningkatkan efisiensi konversi energi dari 8 persen menjadi 10,6 persen. Artinya, menggunakan teknik ini, peningkatan sekitar 32 persen atau nyaris satu per tiga kali lipat berhasil diraih. (eh)

• VIVAnews

Rabu, 27 April 2011

Tempat Paling Panas di Permukaan Bumi

VIVAnews - Secara geografis, dataran Iran dikelilingi oleh pegunungan dan terbagi-bagi menjadi sejumlah lembah kering. Dasht-e Lut, sebuah gurun garam luas di kawasan tenggara Iran merupakan salah satu cekungan gurun terbesar yang ada.

Gurun tersebut memiliki panjang sekitar 480 kilometer dan lebar 320 kilometer. Secara total, luas kawasan Dasht-e Lut mencapai sekitar 51.800 kilometer persegi.

Dasht-e Lut juga merupakan lembah gurun yang paling kering dan panas di dunia. Menurut catatan satelit NASA, ada salah satu kawasan di mana suhu permukaannya pernah mencapai 71 derajat Celcius. Ini merupakan catatan temperatur paling tinggi yang pernah terjadi di permukaan Bumi.

Kawasan itu disebut Gandom Beriyan (gandum yang terpanggang), luasnya mencapai sekitar 480 kilometer persegi. Seperti dikutip dari Earth Snapshot, 27 April 2011, penyebab tingginya suhu di kawasan itu adalah karena permukaannya ditutupi oleh lava gunung berapi.

Lapisan gelap tersebut menyerap banyak sinar matahari. Akibat adanya perbedaan temperatur dengan kawasan yang memiliki ketinggian berbeda di sekitarnya, pada kawasan itu terbentuk terowongan angin.

Bagian timur dari Dasht-e Lut merupakan dataran rendah yang penuh dengan kandungan garam. Di bagian tengah kawan ini terdapat pegunungan dan alur-alur paralel yang dipahat secara alami oleh angin yang panjangnya mencapai 150 kilometer dan tinggi hingga 75 meter.

Kawasan ini juga penuh dengan jurang dan lubang. Di sebelah tenggara, terdapat gurun pasir luas dengan bukit pasir yang mencapai ketinggian 300 meter. Bukit pasir di kawasan itu merupakan salah satu yang tertinggi di

dunia.

• VIVAnews

Selasa, 05 April 2011

Flu Bebek Menyebar Luas di China

VIVAnews - Bebek Peking, telur bebek asin, dan sop bebek merupakan menu favorit di China. Namun, pada musim semi lalu, para peternak di China mendapati bahwa unggas peliharaannya itu memproduksi telur dalam jumlah yang jauh lebih rendah dari normal.

Di sejumlah peternakan, produksi telur anjlok hingga 90 persen. Cara berjalan dan koordinasi tubuh mereka menjadi aneh, selera makan juga menurun. Sejumlah bebek kemudian mati dalam hitungan hari.

Tak lama kemudian, dilaporkan, sekitar 4,4 juta ekor bebek di provinsi Fujian, Shandong, dan Zhejiang, kawasan yang menjadi pusat peternakan bebek di China mengalami penyakit misterius tersebut. Penyakit kemudian melanda setidaknya 6 provinsi lain dan kawasan terpencil di sekitar Beijing.

Meluasnya wabah penyakit misterius itu memicu George Gao dan rekan-rekannya, peneliti mikrobiologi dari Chinese Academy of Sciences di Beijing untuk bertindak. Mereka menganalisa hewan yang terkena penyakit.

Akhirnya, para peneliti berhasil mengisolasi flavavirus agresif varian baru. Virus itu serupa dengan penyebab demam kuning dan dengue. Namun, ini untuk pertamakalinya virus tersebut ditemukan pada bebek. Temuan virus yang diberi nama virus BYD tersebut sontak memunculkan kekhawatiran.

Alasannya, selain berpotensi menghancurkan peternakan bebek di China, di mana ekonomi sangat bergantung padanya, flavivirus juga membahayakan manusia.

“Sebagian besar flavivirus merupakan zoonotic. Artinya, mereka bisa ditularkan antara hewan dan manusia,” kata Gao, seperti dikutip dari Sciencemag, 1 April 2011. “Dengan demikian, infeksi pada manusia bisa terjadi,” ucapnya.

Virus BYD, menurut Gao, sangat erat dengan virus Tembusu, varian flavivirus yang ditemukan di Asia Tenggara. Sama seperti virus itu, peneliti memperkirakan, penyebaran BYD bisa dilakukan oleh nyamuk.

Namun demikian, perkiraan penyebaran virus lewat nyamuk ini tidak serta-merta disepakati oleh peneliti lain. “Transmisi lewat nyamuk jangan dulu dijadikan sebuah kesimpulan,” kata Ernest Gould, virologist dari Universite de la Mediterranee di Marseille, Perancis.

Gould menyebutkan, perubahan temperatur pada periode penyebaran virus itu tidak konsisten dengan flavavirus lain yang disebarkan oleh nyamuk.

Sebagai informasi, virus BYD yang menjangkiti bebek di China terjadi di awal musim semi, saat udara masih dingin. Ketika itu, populasi nyamuk umumnya masih rendah dan puncaknya berlanjut selama musim semi tersebut.

“Masih perlu dilakukan penelitian epidemiologi yang lebih detail untuk menyimpulkan hal itu,” kata Gould. “Namun demikian, temuan itu merupakan peringatan penting, termasuk bagi penduduk kawasan lain di luar China. Penyebaran flavivirus baru China ini bisa menjadi masalah global,” ucapnya.

Tersebarnya peternakan bebek di China juga membuat Gao dan rekan-rekannya menegaskan bahwa penyakit ini harus dimonitor secara ketat. Apalagi virus itu bisa menyebar ke manusia. “Langkah berikutnya adalah mengembangkan vaksin untuk mengatasi virus BYD ini,” ucap Gao. (SJ)

• VIVAnews

Ditemukan, Bakteri Pengganti Pasta Gigi

VIVAnews - Peneliti berhasil menemukan senjata baru dalam memerangi kerusakan gigi. Caranya menggunakan enzim yang diproduksi oleh bakteri mulut yang justru mencegah pembentukan plak. Temuan ini membuka peluang pembuatan pasta gigi yang memanfaatkan alat pembasmi plak milik tubuh.

Seperti diketahui, mulut manusia penuh dengan bakteri. Lebih dari 700 spesies hadir di ruangan yang hangat dan lembab, termasuk Streptococcus mutans (S. mutans), salah satu komponen utama plak.

Melekat dengan gigi dalam lapisan tipis yang disebut biofilm, S. mutans mencerna gula dan memproduksi asam yang memakan enamel dan menyebabkan gigi berlubang. Selain S. mutans, bakteri-bakteri lain merupakan tamu yang lebih ramah.

Sebagai contoh, tahun 2009 lalu, peneliti menemukan bahwa S. salivarius, jenis bakteri yang ditemukan di lidah dan jaringan lunak lain di mulut, justru menurunkan perkembangan biofilm S. mutans.

Seperti dikutip dari Sciencemag, 4 April 2011, Hidenobu Senpuku dan rekan-rekannya, biolog asal National Institute of Infectious Diseases, Tokyo, Jepang mengamati zat yang menghadirkan kemampuan mencegah lubang dari S. salivarius.

Menggunakan teknik kromatografi, metode di mana molekul dibagi berdasarkan isi atau ukuran, peneliti memisahkan tiap-tiap protein dari sampel mikroba yang diambil. Peneliti kemudian mencampur setiap protein dengan sel S. mutans dan mengukur kombinasi mana yang menumbuhkan jumlah biofilm dalam jumlah yang paling sedikit dalam wadah di lab.

Dari uji coba, diketahui bahwa protein FruA, sebuah enzim yang berfungsi memecahkan gula yang kompleks, merupakan pemblokir biofilm yang paling bertenaga.

Peneliti juga mendapati bahwa salah satu bentuk FruA, yang diproduksi oleh jamur Aspergillus niger yang tersedia di mulut juga mengatasi plak dengan sama baik. FruA ini juga bekerja dengan baik meski asam amino yang dimiliki berbeda dengan FruA yang dipunyai oleh S. salivarius. “Ini dapat mempercepat penemuan pasta gigi yang mengandung FruA,” kata Senpuku.

Meski begitu, temuan yang dipublikasikan di Applied and Environmental Microbiology tersebut tidak bisa dijadikan alasan untuk orang memakan seluruh permen yang ada. Pasalnya, saat peneliti meningkatkan konsentrasi sucrose, salah satu jenis gula dalam campuran yang mengandung FruA dari S. salivarius dan S. mutans, kelebihan bakteri itu dalam mencegah pembentukan biofilm menjadi musnah.

Peneliti menyebutkan bahwa hasil temuan mereka mungkin menjelaskan sebuah studi yang dilakukan pada tahun 1996 lalu mengungkapkan hubungan FruA terhadap pembentukan lubang gigi pada tikus.

Mary Ellen Davey, mikrobiolog asal Forsyth Institute di Cambridge, Massachusetts, Amerika Serikat setuju bahwa temuan ini bisa memicu pembuatan pasta gigi yang lebih baik. Namun menurutnya, itu bukan hal mudah.

“Menemukan formulasi yang menggaransi bahwa enzim itu tetap aktif setelah ia disimpan di dalam tabung dan dijual di toko obat merupakan tantangan yang besar,” ujar Davey.

• VIVAnews

Sabtu, 19 Maret 2011

Puncak Supermoon 2011: Minggu Pukul 02.10 WIB

VIVAnews -- Lihatlah langit malam ini. Sebuah fenomena astronomi menarik, lunar perigee atauSupermoon bisa disaksikan, asal tak ada awan yang menggantung.

Malam ini, Sabtu 19 Maret 2011, Bulan akan berada dalam jarak terdekatnya dengan Bumi dalam kurun waktu 18 tahun. Bulan hanya akan berjarak 221.567 mil atau 356.578 kilometer.

Astronom Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN), Thomas Djamaluddin mengatakan, sejak saat ini fenomena supermoonsudah bisa disaksikan di seluruh wilayah Indonesia. "Karena purnama telah terbit sejak maghrib, asal langit cerah," kata dia saat dihubungi VIVAnews.com, Sabtu malam, 19 Maret 2011.

Namun, puncak supermoon, tambah dia, baru akan terjadi pada Minggu dini hari. "Pada pukul 02.10 Waktu Indonesia Barat," tambah dia. Namun masyarakat tak perlu begadang untuk melihat fenomena ini, toh, pada puncaknya nanti perbedaan Bulan tak terlalu besar.

Malam ini, jelas Thomas, bulan akan terlihat lebih besar dan lebih terang dari biasanya. Sekitar 7 persen lebih besar. Namun, "dengan mata telanjang, susah untuk melihat perbandingannya. Tapi dengan teleskop akan terlihat pembandingnya, lebih besar," tambah dia.

Meski merupakan fenomena yang jarang, Thomas mengingatkan agar masyarakat tak terlalu heboh, apalagi menghubung-hubungkannya dengan bencana, khususnya gempa 9,0 skala Richter dan tsunami yang terjadi di Jepang, delapan hari sebelum Supermoon. "Ini adalah fenomena astronomi biasa, Bulan berada dalam jarak lebih dekat dengan Bumi."

Sebelumnya, Badan Antariksa Ameriksa Serikat (NASA) membantah dugaan supermoonterkait bencana. Ilmuwan Goddard Space Flight Center NASA, Jim Garvin menjelaskan,supermoon terjadi saat Bulan sedikit mendekat ke Bumi daripada rata-rata. Efek ini paling terlihat saat terjadi bulan purnama. "Bulan akan terlihat lebih besar, meski perbedaan jarak dari Bumi hanya beberapa persen di banding biasanya," kata dia seperti dimuat situsSpace.com. (umi)

• VIVAnews

Kamis, 10 Maret 2011

Sisa-Sisa Bahtera Nabi Nuh

Noah's Ark Ministries International

Sisa-Sisa Bahtera Nabi Nuh Telah Ditemukan Di Turki April 2010. Kelompok peneliti dari China dan Turki yang tergabung dalam ‘Noah’s Ark Ministries International’ pada 26 April 2010 kemarin mengumumkan bahwa mereka telah menemukan perahu Nabi Nuh di Turki. Mereka mengklaim sisa-sisa perahu Nabi Nuh berada di ketinggian 4.000 meter di Gunung Agri atau Gunung Ararat, di Turki Timur.

“Kami belum yakin 100 persen bahwa ini benar perahu Nuh, tapi keyakinan kami sudah 99 persen,” kata salah satu anggota tim yang bertugas membuat film dokumenter, Yeung Wing, seperti dimuat dari halaman berita Turki,National Turk, 27 April 2010.

Menurut para peneliti, specimen yang mereka ambil memiliki usia karbon 4.800 tahun, dan cocok dengan apa yang telah digambarkan dalam sejarah.

Menurut sejarah sekitar 4.800 tahun lalu, banjir besar menerjang Bumi. dan menenggelamkan hampir seoaruh daratan dimuka bumi. Sebelum bencana mahadahsyat itu terjadi, Nabi Nuh nabi tiga agama, Islam, Kristen, dan Yahudi, telah diberi wahyu untuk membuat sebuah kapal besar demi menyelamatkan umat manusia dan mahluk Bumi lainnya.

Untuk membuktikan kebenaran cerita tersebut, kelompok peneliti dari China dan Turki yang tergabung dalam ‘Noah’s Ark Ministries International’ selama bertahun-tahun mencari sisa-sisa perahu legendaris tersebut.Jika klaim mereka benar, para peneliti Evangelis itu telah menemukan perahu paling terkenal dalam sejarah.

Penelitian ini sebenarnya telah dilakukan sejak tahun 1949, dan pernah diklaim oleh Prof. Ron Wyatt bahwa Ia bersama kelompok arkeolognya telah menemukan lokasinya dan melakukan penggalian pada tahun 1977.

Ron Wyatt Museum

RonWyatt , 1933-1999, di museum Gatlinburg Tennessee c. 1995 1995

Sketsa Perahu Nabi Nuh

Berikut ini awal penemuan oleh penelitian tim antropolog yang dipimpin oleh Prof. Ron Wyatt.

1. Awal Penemuan

Pemotretan awal oleh Angkatan Udara AS di tahun 1949 tentang adanya benda aneh di atas Gunung Ararat-Turki, dengan ketinggian 14.000 feet (sekitar 4.600 meter)

Foto Gunung Ararat Turki

Kemudian, awal tahun 1960, berita dalam Life Magazine: Pesawat Tentara Nasional Turki menangkap sebuah benda mirip perahu di puncak gunung Ararat yang panjangnya 500 kaki (150 meter) yang diduga perahu Nabi Nuh (The Noah’s Ark)

Foto Perahu Nabi Nuh di Gunung Ararat

2. Foto-foto yang diambil pada tahun 1999-2000

Seri pemotretan oleh Penerbangan AS IKONOS tahun 1999-2000 tentang dugaan adanya perahu di Gunung Ararat yang tertutup salju.

Perahu di Gunung Ararat

3. Peta Lokasi Perahu Nabi Nuh

Lokasi Perahu Nabi Nuh

Peta Lokasi Perahu Nabi Nuh

4. Perahu Nabi Nuh di atas Gunung Ararat.

Lokasi Penemuan Perahu Nabi Nuh

Gunung Perahu Nabi Nuh

5. Situs Perahu Nabi Nuh sebelum dibersihkan

Situs Perahu Nabi Nuh sebelum dibersihkan

6. Pengukuran di Atas Perahu

Pengukuran di Atas Perahu Nabi Nuh

Pengukuran Perahu Nabi Nuh

7. Struktur Perahu menurut para arkeolog yang menemukannya

Struktur Perahu Nabi Nuh

Struktur Perahu Nabi Nuh Menurut Arkeolog

8. Gambaran suasana terjadinya banjir yang terjadi pada tahun 1300 BC (Sebelum Masehi).

Lihat perbandingan ukuran perahu dengan Pesawar Modern Jumbo 747.

Gambaran Perahu Nabi Nuh Saat Banjir

Penelitian ini yang kemudian dilanjutkan oleh kelompok peneliti dari China dan Turki untuk membuktikan bahwa situs tersebut memang merupakan sebuah kapal yang telah menjadi legenda dan benar-benar berada di atas Gunung Ararat seperti yang telah diklaim oleh Ron Wyatt sebelumnya.

Bagian Dalam Perahu Nabi Nuh

Foto Bagian Dalam Perahu Nabi Nuh

Grup yang beranggotakan 15 orang dari Hong Kong dan Turki hadir dalam konferensi pers yang diadakan Senin 26 April 2010 lalu.

Kepada media yang hadir saat itu, mereka juga memamerkan specimen fosil kapal yang diduga perahu Nuh, berupa tambang, paku, dan pecahan kayu.

Seperti yang dijelaskan para peneliti, tambang dan paku diduga digunakan untuk menyatukan kayu-kayu hingga menjadi kapal. Tambang juga digunakan untuk mengikat hewan-hewan yang diselamatkan dari terjangan bah — begitu juga dengan potongan kayu yang dibuat bersekat untuk menjaga keamanan hewan-hewan.

Penemuan besar ini jadi amunisi untuk mendorong pemerintah Turki mendaftarkan situs ini ke UNESCO agar lembaga PBB itu ikut menjaga kelestarian perahu Nuh.

Cuaca sangat dingin di ketinggian 4.000 meter itu oleh para peneliti diyakini menjaga kondisi perahu Nuh selama ribuan tahun.

Jika benar sisa-sisa Bahtera Nabi Nuh telah ditemukan di Turki April 2010, apa yang mereka temukan adalah sebuah bahtera yang pernah menjadi legenda dalam sejarah manusia, bukankah hal ini telah membuktikan kepada kita manusia bahwa pada jaman dahulu pernah terjadi bencana air bah mahadasyhat yang menenggelamkan seisi bumi…?

Sumber : http://xnews-hawkson-blogmisteri.blogspot.com/2010/04/x-news-noahs-ark-ministries.html

Seleksi Alam Berbahaya buat Manusia

KOMPAS.com — Christian de Duve, ahli sitologi dan biokimia yang menerima penghargaan Nobel Fisiologi dan Kedokteran tahun 1974, membuat pernyataan mendebarkan. Dalam wawancaranya dengan New Scientist, 28 Februari 2011, ia mengatakan bahwa seleksi alam yang berjalan dapat menghancurkan spesies manusia.

Ketika ditanya alasannya, ia mengatakan, ”Sebab seleksi alam tidak punya pandangan jangka panjang. Seleksi alam dan proses pewarisan sifat telah membuat sifat keegoisan terkode dalam gen kita. Hal itu berguna bagi nenek moyang kita dulu, tapi berbahaya untuk kita.”

Gen keegoisan yang berpadu dengan dominasi spesies manusia di bumi berdampak pada kehausan akan sumber daya alam, memacu krisis energi, perubahan iklim, polusi dan kehancuran habitat. Kehausan itu akan membuat tak ada sumber daya yang tersisa untuk anak cucu yang akan berakhir pada kepunahan manusia.

Ia mengungkapkan, ”Kita harus melawan seleksi alam dan secara aktif melawan sifat-sifat genetik kunci kita.” Menurut dia, apa yang dibutuhkan sekarang adalah sifat genetik yang mau berkorban untuk masa depan, kebijaksanaan untuk merelakan sesuatu yang berguna bagi masa depan.

Solusi lain yang dibawanya adalah pengendalian populasi. ”Jika ingin planet ini terus bisa dihuni untuk tiap orang, Anda harus mengurangi jumlah penduduknya. Caranya adalah dengan KB. Kita telah memiliki metode KB yang etis dan terbukti secara ilmiah. KB adalah solusi yang paling etis,” katanya.

Ia mengatakan besarnya peran perempuan dalam mengupayakan kesintasan spesies manusia. ”Berbicara sebagai biolog, saya pikir perempuan kurang agresif jika dibandingkan dengan laki-laki. Mereka berperan besar dalam pendidikan anak usia dini dan mampu membantu melawan sifat-sifat genetiknya,” ujarnya.

Ia mengungkapakan bahwa dirinya terus berupaya untuk optimistis dengan masa depan manusia. ”Saya mencoba untuk optimistis sebab saya memilih untuk memberi pesan dan harapan bagi generasi muda dan mengatakan Anda bisa melakukan sesuatu untuk ini,” tuturnya. Namun, ia mengatakan bahwa tak banyak bukti tentang langkah itu.

Sumber:

kompas.com

Spesies Lele Berkulit Jaguar Ditemukan

KOMPAS.com — Lele mungkin sudah sangat akrab dengan masyarakat Indonesia. Akan tetapi, bagaimana dengan lele berkulit mirip jaguar? Pastinya ini merupakan hal baru. Para ilmuwan baru saja menemukan spesies ini dan memublikasikan temuannya di jurnal Zootaxa, Kamis (10/3/2011).

Para ilmuwan mengatakan, lele yang ditemukan memiliki tampakan luar berwarna krem dengan bintik-bintik, persis kulit jaguar. Karena kemiripan itu, lele jaguar ini kemudian dinamai Stenolicnus ix. Dalam bahasa Maya, "ix" adalah kata yang merujuk pada spesies jaguar.

Stenolicnus ix memiliki perbedaan menonjol dengan hewan lain pada genus yang sama. Spesies ini memiliki panjang nasal barbel yang berbeda dari spesies lain segenus. Nasal barbel adalah organ taktil yang memanjang dari mulut, berwujud mirip kumis kucing.

Spesies ini ditemukan dalam rangkaian ekspedisi di wilayah hutan Amazon bagian utara, Para, Brazilia, wilayah hutan hujan tropis yang mencakup area seluas 4 hektar. Ilmuwan menemukan ketika mengeksplorasi dasar Sungai Curua, menyaring pasir dan sampah daun dengan memakai jaring kecil.

"Ikan ini kami temukan ketika kita akan menyelesaikan penelitian di danau kecil. Spesiesnya sangat kecil karenanya sangat sulit ditemukan. Itulah sebabnya kami hanya mengambil satu sampel," kata Wolmar Wosiack, peneliti dan kurator koleksi ichtyologi di Emilio Goeldi Museum, Para.

Selain lele berkulit jaguar ini, terdapat 15 spesies lainnya yang juga ditemukan di perairan yang sama selebar 5 meter dengan kedalaman 1 meter. Wosiack menemukannya bersama rekannya, Daniel Coutinho, dari Federal University Para dan dan Luciano Montag, mahasiswa pascasarjana di universitas tersebut.

Ekspedisi ini diorganisasi oleh Emilio Goeldi Museum dan Conservation International Brazilia. Ekspedisi dilakukan pada tahun 2008 dan melibatkan 30 ilmuwan, dipimpin oleh Alexandro Aleixo, peneliti dan kurator koleksi burung Museum Goeldi. Eksplorasi dilakukan di wilayah hutan seluas 12 juta hektar

Sumber:

kompas.com

Gadget Penyebab Orang Semakin Kurang Tidur

VIVAnews - Bila Anda ingin tidur pulas malam ini, sebaiknya jauhkan diri Anda dari pesawat TV dan laptop.

Sebab, sebuah penelitian mengatakan bahwa memainkan gadget atau menonton TV akan mengurangi waktu tidur seseorang.

Dari hasil riset yang dilakukan sebuah lembagaNational Sleep Foundation mengungkap bahwa 95 persen dari mereka bermain video games, menonton televisi, menggunakan komputer laptop, atau smartphone, sebelum tidur.

"Hal ini memperlihatkan bahwa layar LED saat ini menyita perhatian begitu banyak orang di saat-saat sebelum tidur," ujar Charles Czeisler, dari Harvard Medical School, seperti dikutip dari situs Discovery.

Padahal, menurut Czeisler, layar monitor atau ponsel bisa menyebabkan terhalangnya hormon melatonin, hormon yang mengeluarkan keinginan tidur bagi seseorang, dan membuat orang itu tetap terjaga.

"Invasi teknologi ini di tempat tidur, memberikan kontribusi terhadap tingginya jumlah responden yang secara rutin tidur lebih sedikit daripada yang mereka butuhkan," kata Czeisler.

Jajak pendapat menunjukkan bahwa 43 persen dari orang yang berusia 13-64 tahun merasa jarang atau tidak pernah memiliki waktu yang cukup waktu tidur malam selama sepekan. Sementara orang-orang tua, lebih cenderung menonton TV, anak-anak muda biasanya lebih suka bermain komputer, smartphone, atau video game sebelum tidur.

"Selama 50 tahun terakhir, kita telah melihat bagaimana televisi menjadi tontonan sebelum tidur, kini kita melihat bagimana teknologi baru seperti laptop, ponsel, video games, dan perangkat musik secara cepat mengalami hal yang sama," kata Lauren Hale dari Stony Brook University Medical Center.

Namun, peneliti-peneliti khawatir penggunaan smartphone, komputer, dan konsol video game yang lebih menstimulasi pengguna, ketimbang sekadar menonton TV yang lebih pasif. Sehingga membuat anak-anak justru semakin sulit untuk tidur.

"Semakin tinggi tingkat penggunaan dari teknologi-teknologi ini di kalangan muda, semakin menimbulkan konsekuensi serius bagi kesehatan fisik, perkembangan kognitif dan ukuran kesehatan lainnya," kata Hale. (umi)

Sumber:

• VIVAnews

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More